
COMBOOST (Combustion Boost) adalah sistem cold-air intake buatan anak bangsa yang memiliki latar belakang riset oleh tim Cyber-Physical Systems, Universitas Sampoerna.
Efisiensi bahan bakar mencapai:


Cold Air Intake yang Meningkatkan Efisiensi Bahan Bakar, Emang Boleh?
COMBOOST dipasang pertama kali di mobil Honda Brio Satya S 2021, dengan konsumsi BBM umumnya 20 km/l; sesuai standar Low Cost Green Car (LCGC) oleh Kemenperin. Namun, setelah COMBOOST dipasang, konsumsi BBM mobil Brio mencapai 35,7 km/l. Hal ini menjadi pembuktian dan aplikasi riset oleh Djamari et al.
Resin Anti-Api (Flame Retardant)
COMBOOST memiliki 3 bagian utama, yaitu nozzle, pipa, dan adaptor. Material nozzle dan adaptor COMBOOST ialah resin anti api (flame retardant) yang hasil permukaan dan ketahanan panasnya sangat baik. Tak hanya itu, adaptor COMBOOST didesain agar memudahkan pemasangan.

Para Anak Bangsa
Berikut anggota tim Cyber-Physical Systems (CPS) yang aktif menyempurnakan COMBOOST. Tim CPS terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin (Mechanical Engineering), Fakultas Teknik dan Teknologi, Universitas Sampoerna.
Comboost (Combustion Boost) merupakan sebuah riset kedalam aplikasi sistem asupan udara dingin untuk mobil. sistem ini berkerja dengan mengubah jalur asupan udara mesin melalui modifikasi yang murah dan mudah dipasang.
Meningkatkan efektifitas bahan bakar (fuel economy improvement) dengan cara memberikan udara segar langsung kepada intake mobil; dibanding membiarkan intake mengambil udara dari bawah kap mobil yang suhunya mencapai 100 ˚Celsius.
Penghematan bahan bakar didapatkan dari mesin menghirup udara segar langsung dari luar mobil daripada melewati di bawah kap mobil

Ir. Djati Wibowo, Ph.D, IPM
Head of CPS Team

M. Aldrifa A.F.
Student Member
Nona Brillyanti
Student Member
Dipersembahkan oleh:
Didukung oleh:



